Hari lahir Pancasila 2020,Semangat Menuju Indonesia maju


Hari lahir Pancasila 2020

Media.net – Hari lahir Pancasila 2020, Semangat Menuju Indonesia maju. Memperhatikan amanat dari Keppres Nomor 24 tahun 2016 yang ditandatangani Presiden Jokowi agar masyarakat Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni, kembali akan diselenggarakan upacara bendera Hari Lahir Pancasila tahun 2020.

Upacara akan diselenggarakan di halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat.

Gedung Pancasila adalah salah satu gedung bersejarah bagi bangsa Indonesia, tempat gagasan mengenai Pancasila dibahas dalam sidang BPUPK di tempat ini pada 29 Mei – 1 Juni 1945.

Kegiatan Memperingati Hari Lahir Pancasila Adalah untuk tetap melestarikan Pancasila.

Nilai-nilai Pancasila, Pancasila dalam tindakan, gotong royong menuju Indonesia maju tetap tidak lekang oleh waktu dan kondisi. Justru di tengah pandemik kita menunjukkan kesaktian Pancasila dan memperkuat semangat gotong royong.

Upacara dijadwalkan dipimpin Presiden Joko Widodo. Undangan yang akan hadir mengikuti upacara bendera di halaman gedung Pancasila adalah Wakil Presiden RI dan pejabat tinggi negara/pejabat negara.

Petugas yang membacakan teks Pembukaan UUD 1945 adal Ketua MPR Bambang Soesatyo, membaca teks Pancasila Ketua DPR Puan Maharani, dan doa oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhajir Effendy.

Selain itu, hadir pula Menteri Luar Negeri Reto Marsudi, dan Kepala BPIP Yudian Wahyudi
selaku tuan rumah penyelenggara upacara bendera.

Penyebarluasan jalannya upacara bendera Hari Lahir Pancasila, kegiatan akan disiarkan langsung oleh TVRI dan RRI. Diharapkan untuk seluruh masyarakat agar supaya menyaksikan upacara Tersebut lewat TVRI
1 Juni Resmi Libur Nasional Sejak 2017

Presiden Joko Widodo pada tanggal 1 Juni 2016 telah menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila.

Keputusan Presiden tersebut memutuskan tanggal 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila.

Melalui Keppres tersebut, tanggal 1 Juni merupakan hari libur nasional.

Kementerian dalam Negeri menerbitkan surat edaran berupa radiogram pedoman untuk mengikuti pelaksanaan upaca bendera memperingati Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2020).

Surat ditujukan kepada pemerintah daerah, yakni para gubernur, bupati/walikota dan pimpinan DPRD di Seluruh Indonesia.

Surat ditandatangani Pelaksana Tugas Sekjen Kemendagri Muhamamd Hudori selaku atas nama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, pada Kamis (28/5/2020).

Sehubungan dengan surat Kepala Badan Pembinaan ideologi Pancasila perihal pertingatan hari lahir Pancasila, pelaksanaan perinagtan hari lahir Pancasila tahun 2020 pada tanggal 1 Juni 2020 dilaksanakan secara terpusat di Gedung Pancasila Jalan Taman pejambon Jakarta, dengan inspektur upacara papak Presiden (Joko Widodo) dimulai pukul 08.00 dan sudah dapat diakses mulai pukul 05.30 WIB.

Kemendagri mengajak semua kepala daerah mengikuti upacara bendera secara virtual melalui aplikasi Zoom, siaran televisi maupun platform media sosial Instagram, Facebook dan YouTube BPIP @pembinaanideologipancasila

Untuk mengikuti upacara, peserta lelaki dianjurkan mengenakan seragam pakaian sipil lengkap (PSL) dan perempuan mengenakan pakaian nasional.

6 Perberdaan Pelaksanaan Upaca Bendera saat situasi Normal dengan Pandemi Virus Corona

Direktur Sosialisasi Komunikasi dan Jaringan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Aris Heru Utomo menjelaskan beberapa hal berbeda dalam pelaksanaan upacara bendera memperingati Hari Lahir Pancasila tahun 2020 dibandingkan tahun sebelumnya, saat situasi normal.

1) Upacara Bendera Diselenggarakan di Seluruh Instansi dan Sekolah

Pada saat normal, selain upacara bendera nasional, kegiatan pengibaran bendera juga diselenggarakan di seluruh kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, kabupaten dan Kota, sekolah-sekolah dan berbagai kelompok masyarakat.

Upacara diselenggarakan di halaman terbuka, dan pesertanya massal, ratusan bahkan ribuan orang.

Sedangkan saat situasi pandemi corona, upacara diselenggarakan terpusat di halaman Gedung Pancasila Kemenlu di Jakarta, dan pejabat daerah dan masyarakat umum mengikuti secara virtual, online maupun siaran televisi.

2) Tanpa Perlombaan dan Bakti Sosial

Selain melaksanakan upacara bendera, ketika situasi normal, dan warga masih dapat menjalankan aktivitas secara bebas tanpa pengaturan protokol yang ketat, seperti wajib masker, dilaksanakan pula berbagai kegiatan lain.

Tahun-tahun sebelumnya, Aneka Aomba-lomba, donor darah dan bakti sosial diselenggarakan. Tahun ini, hal itu ditiadakan.

3) Peserta Upacara Wajib Rapid Test

Untuk memastikan kesehatan dan kenyamanan upacara, semua peserta wajib menjalani pemeriksaan kesehatan.

“Memperhatikan situasi dan kondisi di tengah bahaya pandemi Covid-19 dan tanpa mengurangi maknanya, upacara bendera Hari Lahir Pancasila diselenggarakan secara sederhana dengan menerapkan protokol penanganan Covid-19 secara ketat,” kata Aries.

4) Upacara Bendera Vritual

Upacara bendera memepringati Harlah Pancasila tahun 2020 pun hanya dilakukan di pusat, yakni di halaman Gedung Pancasila, Jakarta.

Sementara di Kementerian/Lembaga dan daerah-daerah, mengikuti upacara melalui aplikasi meeting online pada pukul 09.00 – 10.00 WIB. Lazimnya, upacara diselenggarakan juga di semua instansi

5) Pasukan Upacara Bendera Hanya 41 Orang

Mencegah kerumunan massa, dan mencegah persentuhan fisik adalah aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Untuk itu, upacara dilakukan dengan peserta upacara sangat terbatas.

Aris juga menyebut perbedaan pelaksanaan upacara bendera pada situasi normal dengan dalam kondisi pandemic virus corona, saat ini.

“Apabila biasanya peserta upacara terdiri dari 9 pasukan upacara yang mewakili TNI/Polri, ASN, mahasiswa dan pelajar. Dan setiap pasukan terdiri atas 30 orang sehingga total sekitar 270 orang, ditambah anggota korps musik lengkap yang berjumlah sekitar 100 orang,” ujar Aris.

Sedangkan peserta upacara bendera pada saa memepringati Hari Lahir Pancasila 1 juni 2020 hanya diwakili anggota TNI/Polri. “Dan setiap pasukan terdiri dari 5 orang sehingga total peserta di lapangan hanya 20 orang,” kata Aris.

Sementara, korps musik pun hanya minimalis yaitu berjumnlah 20 orang.

“Dengan demikian total peserta pasukan upacara hanya 41 orang, sudah termasuk komandan upacara,” kata Aris.

6) Tokoh Masyarakat dan Komunitas Tidak Diundang

Lazimnya, setiap memperingati hari-hari bersejarah, seperti Harlap Pancasila 1 Juni, Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI 17 Agustus, hari Sumpah pemuda 20 Oktober, Hari Pahlawan 10 Novmber, pelaksanaan upacara bendnera kerap melibatkan tokoh masyarakat dan organisasi massa.

Kali ini, perbedaan lainnya,kata Aris, tanpa mengurangi rasa hormat kepada semua pihak, tidak ada undangan bagi pejabat negara, pimpinan Kementerian/Lembaga, tokoh masyarakat, perwakilan komunitas dan anggota keluarga dan menghadiri upacara langsung di halaman gedung Pancasila.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *